Tokopedia dan Perekonomian Indonesia

Tokopedia ?

Gue Gema . Salah satu seller member dan seller dari tokopedia .
Kenapa judulnya Tokopedia dan Perekonomian Indonesia ?
Ya menurut gue karena tokopedia amat mendominasi E-Commerce di indonesia .

Pertama, Di tokopedia semua orang dengan mudah bisa menjadi seller dan di bantu sistem tokopedia yang cukup ketat sebagai pihak ke tiga.
Kedua, Di tokopedia Pembeli bisa dengan mudah berkomunikasi langsung dengan seller .
Ketiga, Seller bisa dengan mudah mencairkan uang , kedalam rekening .
Keempat, Sistem tokopedia yang amat mudah di akses untuk seller dan buyer .

Gak seperti website website sebelah yang cukup ribet untuk seller.ataupun buyer

Pertama, Di tokopedia semua orang dengan mudah bisa menjadi seller dan di bantu sistem tokopedia yang cukup ketat sebagai pihak ke tiga.
Kedua, Di tokopedia Pembeli bisa dengan mudah berkomunikasi langsung dengan seller .
Ketiga, Seller bisa dengan mudah mencairkan uang , kedalam rekening .
Keempat, Sistem tokopedia yang amat mudah di akses untuk seller dan buyer .

Gak seperti website website sebelah yang cukup ribet untuk seller.ataupun buyer

Nah balik lagi ketopik awal kenapa tokopedia bisa mempengaruhi . perekonomian indonesia ?
2017 ini E-Commerce benar benar di gandrungi semua orang.

 




Sedikit kutipan dari kaskuser”Sekkar”

"Sadarkah anda bahwa konsumen terbesar di perkotaan yang sering disebut generasi milenial terjadi pergeseran perilaku berbelanja!
Generasi milenial lebih banyak yang beralih untuk berbelanja online.

Kemacetan yang menyebabkan beberapa orang malas untuk berbelanja di pusat perbelanjaan salah satunya ritel konvensional.

Secara sederhananya begini GanSis "kalo tutup, berarti gak laku".
Maka dari itu perbelanjaan ritel sudah banyak yang berjualan _online_ seperti KlikIndomaret.
Kalo enggak ngikutin perubahan jaman, perusahaan ritel belum siap merugi!
Faktanya sekarang sudah seperti itu!

Di atas yang saya sebutkan hanya beberapa nama tempat belanja yang besar, masih ada juga lainnya yang dikabarkan udah mulai efisiensi habis-habisan.

Lalu bagaimana nasib Toko kecil-kecilan yang enggak waralaba?

Mau enggak mau harus bisa ngikutin kebutuhan masyarakat yang semakin fluktuatif.

Tapi untuk beberapa daerah yang belum banyak menggunakan ponsel pintar atau ekonomi menengah kebawah akan ngerasain imbasnya tren belanja online

Simpelnya nih, orang yang mampu belanja online harus punya ponsel pintar yang harganya paling murah kisaran Rp 1.000.000/unit. Belum ditambah harus isi paket internet bulanan.
Daripada buat beli yang begitu, lebih baik buat belanja kebutuhan pokok saja!

Maka dengan perubahan trend belanja seperti ini, hanyalah orang yang menengah ke atas saja yang terlibat!

Belum lagi belanja online yang kebanyakan bayarnya pake ATM, apakah seluruh masyarakat punya ATM?
Tetap saja belanja pake uang cash lebih banyak diminati..

Lalu, belanja online lebih sering jadi gaya hidupnya anak muda.
Generasi past (orang tua) enggak semuanya ngerti dan mau belanja lewat aplikasi pintar.
Jadi, enggak akan ngaruh banyak kok! Yang lebih banyak terlibat hanya anak-anak jaman now!

Kesimpulannya, mengenai banyak tutupnya perusahaan ritel (secara mikro) engga bakal berpengaruh banyak ke seluruh daerah.
Enggak semua anak jaman now udah pake ponsel pintar!
Enggak semua daerah internetnya lancar!
Enggak semua orang mau bayar pake ATM karena enggak punya atau engga mau bayar biaya administrasi.

"

 

Nah dari tulisan sekar kita bisa simpulkan . Banyak ritel konvensional yang mulai mengalami penutupan karena kalah saing dengan online . dan saya pernah baca di situs merdeka.com banyak toko di glodok tutup akibat kalah saing dengan e commerce .

gini pemikiranya :

Dulu kita kalau mau beli PS2 harga murah . kita tinggal ke glodok karena harga nya udah pasti murah . dan biasanya pun tukang tukang elektronik ngambil barangnya dari glodok .

Tapi kalau sekarang ?

Orang mau beli PS2 . Buka Tokopedia Ketik Ps2 . Berbagai harga .tampil berbagai reputasi penjual tampil dari berbagai daerah . dan dengan berbagai garansi . Takut ketipu ? Tokopedia punya sistem yang canggih .

“Dengan sistem pengelompokan dan penggolongan yang di berikan sistem tokopedia semua calon pembeli dapat dengan mudah membeli barang yang mereka inginkan . dari sabang sampai merauke “ Dan ini bencana .


Bencana untuk siapa ?
Untuk mereka para pedagang ritel konvensional
Lama – kelamaan manusia akan semakin malas . jujur saya sendiri sekarang membeli baju dari tokopedia . hanya dengan ongkir 15rb – 20rb barang langsung sampai melalui gojek di hari yang sama . dengan pikiran “15rb – 20rb kalau ke mall sama ajah ongkos pulang pergi sama makan .”
Orang orang pergi ke ritel konvensional seperti Matahari hanya untuk mencuci mata sambil mencari barang yang mereka cari . saat tertarik mereka lansung membandingkan harga di toko tersebut dengan harga tokopedia . dan jawabanya ? orang akan membeli melalui online .

Karena harga matahari dengan harga online bisa berbeda 100 – 200 rb men .

Kenapa saya bisa berpikir seperti itu ? karena saya melakukanya .
saya pergi ke sportation mencari sepatu yang saya inginkan . misalnya melihat converse high claxsic jhon xxx dengan harga 1,1 jt  . saya langsung buka tokopedia ketik keyword nama sepatu tersebut. Cari penjual bereputasi . and boom .
Harga nya keluar beda 200 – 300 rb . Apa hanya saya yang melakukan hal ane tersebut ? tentu tidak . mulai banyak . dan akan semakin banyak .

contoh lain lagi nongkrong .
Bro gua abis beli kabel iphone ori .
“Beli berapa lu?”
Beli 250 rb di iBox
“ Yeh... Bego di tokopedia 150 rb Ori dari luar “

Nah...loh ...
bagaimana jika semua orang sudah berpikiran seperti itu ? apa lama kelamaan iBox akan tutup dan hanya melayani online ? BISA JADI ! Atau mungkin AKAN TERJADI .

Sebegitu besarnya efek e commerce ?

Sekali lagi ....
Mari kita bahas berita di pertengahan Tahun  ini

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170904153507-78-239337/bps-sebut-deflasi-agustus-bukan-karena-daya-beli-turun/

 

http://ekonomi.kompas.com/read/2017/09/20/060000026/daya-beli-turun-atau-orang-malas-belanja-

 

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170904153507-78-239337/bps-sebut-deflasi-agustus-bukan-karena-daya-beli-turun/

 

dan saya juga baca berita antara bulan agustus sampai september diline Today . toko ritel(indomaret,alfamaret,DLL)mulai sepi karena daya beli masyarakat menurun

Apakah yang terjadi ?
INI MENURUT SAYA .....

Bulan Juli – September Daya beli masyarakat tidak menurun tapi .....
Tokopedia Ulang tahun .Berbagai promo gila di tebar kepada seluruh user .
Kita bahas satu persatu.

1. Promo Bebas Ongkir .
Gila men Bebas ongkir . Tokopedia ngasih subsidi ongkir sampe 40rb keseluruh indonesia . ini gila. Ini namanya ngilangin jarak . ini namanya membuat semuanya deket tanpa keluar rumah .
Di Promo ini ... bahkan gua dan keluarga belanja bulanan ... beras,gula,minyak,cemilan,Dll Lewat tokopedia . Buat apa keluar rumah ? mending nyalahin PC atau HP klik barang yang mau di beli .. cari dengan harga tercocok dan lokasi terdekat . 1 jam kemudian barang datang di antar oleh gojek . Gila !.

Tokopedia hampir setiap siang selama bulan juli – september kelebihan pengunjung website ! . Gila !

Secara gak langsung Tokopedia merubah pola pikir gue saat itu .
“ Ngapain belanja ke mall ?”
“Ngapain belanja ke indomaret, (beli shampo atau sabun botolol di indomaret ajah ) ?”
“Ngapain capek capek macet macetan ke pasar “
“NGAPAIN KELUAR RUMAH ? “

2.Cash Back 200 rb. Bisa 5x
ini gila jugaa.... Ibaratnya Lu beli barang best Price . dapet kembalian lagi . buat belanja lagiiii
kalo gak salah waktu itu belanja 1 juta Dapet cash back 200 rb

Di lihat dari kebutuhan rumah tangga .
Beli beras . Sabun, cemilan , Gas , dan apapun itu . sampe total satu juta lebih dikit lah . Dapet kembalian 200rb untuk pembelian selanjutnya . 200 rb itu gede bro. Bisa buat beli pulsa, ataupun beli token listrik . TERANG MEN RUMAH LU !

Dilihat dari Ritel kecil (Reseller)

Reseller ini menyetock barang dengan dengan Minimum Order Quantity tertentu untuk mendapatkan  harga best price dan Belanja hingga total 1 juta ,kemudian Reseller tersebut mendapat cashback 200rb .

Seorang reseller dengan barang yang di belanjakan dengan modal 1 juta bisa menjual dan menjadikan keuntungan . 500rb – 800rb ( total 1.800.000) Bagaimana di tambah dengan cash back 200rb ? dan bisa dilakukan 5x  kira kira bisa cuan Berapa Mamen tuh reseller .

Nah apa inti dari tulisan ini dan hubungan Tokopedia dan perekonomian indonesia ?

Kalian yang akan ngerti sendiri apa inti dari tulisan ini. Plis bantah pendapat gue ini ... Gua butuh ilmu lebih . (ini hanya pendapat .)